Sempat curhat sama salah seorang teman. Curhat tentang pacarku yang sikapnya mulai terasa berbeda bagiku. Dia seperti tidak peduli padaku. Entahlah, sudah lebih dari 2 minggu ini kami tidak bertemu. Aku jadi berpikiran yang tidak-tidak terhadapnya. Dan ketika aku sedang online siang itu, sang teman pun ternyata terlebih dahulu telah online. Awalnya dia hanya menanyakan mengapa aku jarang berkumpul bersama mereka, aku hanya bisa menjawab kalau aku tak mungkin kesana jika bukan diajak oleh pacarku, karena mereka adalah teman-teman dari pacarku. Aku pun menceritakan semua kepadanya, tentang kapan terakhir kali kami bertemu, juga tentang bagaimana perasaanku yang merasa kehilangan sosok pacarku yang dulu. Sang teman hanya bisa menyarankan aku agar aku bisa lebih bersabar menghadapinya. Namun jika aku sudah tidak sanggup lagi, dia menyarankan agar aku meninggalkannya saja. Sang teman berkata bahwa setiap awal itu pasti akan ada akhirnya, maka cepat atau lambat perpisahan itu pasti akan ada, menurutnya aku pasti akan bisa kuat menghadapinya seiring dengan berjalannya waktu. Aku bilang padanya kalau aku belum sanggup untuk berpisah dengan pacarku, mungkin tidak dalam waktu dekat ini. Selain itu sang teman juga menyarankan aku untuk sementara ini agar mengikuti saja apa yang diinginkan oleh pacarku. Jika nantinya aku merasakan titik jenuh itu, dia berharap aku bisa cepat menentukan sikap. Sang teman mendukung apapun keputusanku, sekalipun pacarku adalah salah seorang dari temannya.
Aku sudah jarang sekali berkomunikasi dengan pacarku, bahkan saat ini aku tidak tahu dia sedang berada dimana. Kemarin dirinya berjanji akan dating kerumahku, namun ku tunggu seharian dia tak kunjung datang. Setelah magrib dia baru mengabariku dan bilang kalau dia tidak bisa datang hari itu, “mungkin besok” katanya. Besok..besok..dan besok.. Aku benci kata ‘besok’, karena janjinya yang selalu dialihkan dengan kata ‘besok’. Ingin rasanya ku katakan, “ Tahun depan juga masih besok,ay. Sekalian aja tahun depan datengnya.!!”
Tampilkan postingan dengan label as short story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label as short story. Tampilkan semua postingan
Jumat, 23 Oktober 2009
Kamis, 22 Oktober 2009
Tentang Mimpi Itu
Malam kemarin entah bagaimana sehingga aku bisa bermimpi tentang hal yang menurutku aneh. Apa mungkin itu adalah keinginan bawah sadarku ataukah memang mimpi hanyalah sekedar bunga tidur saja,??Entahlah..aku juga masih tak mengerti. Yang ku ingat malam itu adalah, aku terbangun sekitar jam 1 malam dan aku pun mencoba tidur lagi. Nah, di tidurku berikutnya itulah aku merasakan bermimpi rangkaian-rangkaian cerita yang tidak mungkin akan terjadi di dunia nyataku, atau mungkin hanya belum akan terjadi di waktu yang dekat.
Pada intinya, aku seperti berada di suatu daerah yang tidak asing lagi bagiku. Aku pun mengenal siapa saja yang ada di mimpi itu, mereka semua teman-temanku di dunia nyata. Semua kejadian berjalan biasa saja, aku yang berkumpul bersama teman-temanku di kampus,belajar dan tertawa bersama, sampai ada seseorang yang menghampiriku dan duduk disampingku. Teman-temanku bilang dia itu pacarku, namun aku menyadari bahwa yang menjadi pacarku disana bukanlah seseorang yang sampai saat ini adalah kekasihku, orang yang aku sayangi. Aku mengenalnya, mengenal sosok lelaki yang menjadi “sosok penting” di hidupku pada mimpi itu. Dia temanku, dan aku sama sekali tidak memiliki perasaan yang lebih terhadap dirinya di dunia nyata.
Kemudian, cerita di mimpi itu seperti berubah tempat. Aku berada di dalam sebuah angkutan umum, sendiri. Dan saat itu aku tidak tahu sedang berada dimana. Lalu aku turun di sebuah gedung yang ku tebak adalah kantor polisi. Aku takut, aku kebingungan. Akupun menghubungi orang-orang terdekatku. “Pacarku” langsung datang menjemput, dia mengkhawatirkan keadaanku. Tentu saja yang ku maksud disini bukanlah ‘Mr.sabakuno’ku. Dia orang yang berbeda, orang ini juga bukan sosok yang penting seperti di mimpi yang sebelumnya, bahkan aku tidak yakin kalau aku mengenalnya.
Kemana ‘Dia’,??Mengapa kekasih hatiku yang sesungguhnya tidak hadir dalam mimpiku,??Hal itulah yang jadi pertanyaanku seharian setelah terbangun dari mimpi itu, karena jujur aku merindukannya walaupun aku tak tahu apakah dia rindu padaku juga atau tidak.
Pada intinya, aku seperti berada di suatu daerah yang tidak asing lagi bagiku. Aku pun mengenal siapa saja yang ada di mimpi itu, mereka semua teman-temanku di dunia nyata. Semua kejadian berjalan biasa saja, aku yang berkumpul bersama teman-temanku di kampus,belajar dan tertawa bersama, sampai ada seseorang yang menghampiriku dan duduk disampingku. Teman-temanku bilang dia itu pacarku, namun aku menyadari bahwa yang menjadi pacarku disana bukanlah seseorang yang sampai saat ini adalah kekasihku, orang yang aku sayangi. Aku mengenalnya, mengenal sosok lelaki yang menjadi “sosok penting” di hidupku pada mimpi itu. Dia temanku, dan aku sama sekali tidak memiliki perasaan yang lebih terhadap dirinya di dunia nyata.
Kemudian, cerita di mimpi itu seperti berubah tempat. Aku berada di dalam sebuah angkutan umum, sendiri. Dan saat itu aku tidak tahu sedang berada dimana. Lalu aku turun di sebuah gedung yang ku tebak adalah kantor polisi. Aku takut, aku kebingungan. Akupun menghubungi orang-orang terdekatku. “Pacarku” langsung datang menjemput, dia mengkhawatirkan keadaanku. Tentu saja yang ku maksud disini bukanlah ‘Mr.sabakuno’ku. Dia orang yang berbeda, orang ini juga bukan sosok yang penting seperti di mimpi yang sebelumnya, bahkan aku tidak yakin kalau aku mengenalnya.
Kemana ‘Dia’,??Mengapa kekasih hatiku yang sesungguhnya tidak hadir dalam mimpiku,??Hal itulah yang jadi pertanyaanku seharian setelah terbangun dari mimpi itu, karena jujur aku merindukannya walaupun aku tak tahu apakah dia rindu padaku juga atau tidak.
Langganan:
Postingan (Atom)